Keberanian belaka dari begitu banyak kaum republiken di masa krisis membuktikan sekali lagi keengganan Kongres untuk menegakkan mayoritas kehendak publik. Anda bisa dibilang mengatakan bahwa Kongres hari ini identik dengan sekelompok besar Babun yang saya yakin babun memiliki lebih banyak simpati terhadap jenis mereka daripada Kongres kita terhadap rakyat Amerika. Tanpa ragu selama 35 tahun terakhir, satu-satunya kepentingan Kongres adalah terus-menerus memegang kekuasaan atas publik Amerika. Pegangan mereka atas publik melampaui media arus utama. Media terus mempengaruhi opini publik dalam menyamarkan niat mereka yang sebenarnya untuk menjaga status quo. Status-quo yang hanya membuat 1% yang mencekik populasi lainnya. Dan, siapa yang mengontrol media? Mungkinkah Kumpulan berita terlengkap dan terpercaya struktur kekuatan yang ada dan sisanya dari 1%?

Setiap upaya untuk mengubah status-quo telah dan akan terus dilawan dengan perlawanan cepat dengan cara apa pun yang dimungkinkan oleh mereka yang berkuasa. Iklan yang menipu dan manuver yang sangat dipertanyakan oleh struktur kekuasaan kedua partai politik telah menekan upaya begitu banyak orang dalam mencoba mengubah cara segala sesuatunya demi kepentingan semua orang Amerika. Yang harus dilakukan adalah melihat kembali kampanye Presiden 2016 dan 2020.

Orang yang dapat secara serius mengubah status-quo dalam kedua kasus tersebut dengan sengaja disingkirkan karena takut bahwa mereka yang berkuasa akan kehilangan cengkeraman kuat mereka atas publik Amerika. Tebak apa? Status-quo hari ini semakin memburuk dan mereka yang berada di posisi kekuasaan terus menolak peluang publik Amerika untuk bangkit di atas kesulitan keuangan yang dihadapi banyak orang saat ini. Mereka tidak hanya menyangkal sarana yang diperlukan untuk pemulihan dan stabilitas ekonomi tetapi juga membatasi akses ke perawatan kesehatan yang memadai untuk memerangi Pandemi saat ini dan begitu banyak masalah terkait kesehatan lainnya.

Orang tidak dapat tidak berpikir bahwa jajak pendapat yang disponsori media sengaja dirancang untuk mempengaruhi tidak hanya suara tetapi mengarahkan persepsi publik terhadap hal-hal yang dirancang hanya untuk melanggengkan status-quo yang ada. Sekarang, dengan pandemi global yang mengamuk di pusat penularan, Amerika Serikat memimpin. Sementara itu, ketakutan merajalela yang diperparah oleh informasi palsu tak berperasaan yang digembar-gemborkan oleh pemimpin kita yang tak kenal takut di Washington. Kegagalan media untuk tidak menyetujui retorika Presiden cukup terlihat. Dengan banyaknya masyarakat yang masih mengikuti penilaian Presiden tentang peristiwa terkini hanya mengakar perpecahan dalam masyarakat kita.

 

 

Di Ambang Stimulus Ekonomi

Post navigation


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *